Prinsip dasar dalam menangani hama disektor pertanian : Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT) merupakan bagian hal sangat penting dalam implementasi teknologi pengendalian hama, berikut yang menjadi bagian strategi pengendalian hama adalah dalam upaya meningkatkan kwantitas dan kualitas pangan di indonesia :
  1. Menggunakan varietas tanaman yang tahan hama/penyakit.
  2. Menanam tanaman yang sehat, termasuk pengendalian hama dari aspek kultur teknis seperti pola tanam yang tepat, pergiliran tanaman, kebersihan areal tanam, waktu tanam yang tepat, pengelolaan tanah dan pengairan yang baik, menanam tanaman perangkap untuk mengontrol populasi tikus.
  3. Observasi berkala di lapangan.
  4. Manfaatkanlah musuh alami dari hama penggangu, misalkan : pemangsa (predator), misalnya laba-laba, capung, ular air, burung hantu, burung elang, kodok dll.
  5. Untuk pengendalian secara mekanik seperti: dengan menggunakan alat pengusir tikus ultrasonik atau mengambil dengan tangan, menggunakan pagar, menggunakan perangkap, menggunakan umpan.
  6. Pengendalian tikus secara fisik seperti halnya dengan menggunakan alat lampu perangkap, jebakan tikus
  7. Gunakanlah pestisida apabila memang perlu dilakukan tindakan pengendalian hama dengan: insektisida, fungisida atau molusida.
Pengendalian hama dan penyakit utama pada tanaman padi seperti hama tikus, hama wereng, hama penggerek batang dan hama penyakit tungro, berikut uraiannya. Pengendalian hama Tikus
  1. Untuk langkah mengendalikan hama tikus dengan menggunakan media bubu dapat dilakukan sedini mungkin, yaitu pada saat pengolahan tanah sebagai persiapan masa tanam sampai dengan masa panen panen. Pemasangan bubu dipersemaian maupun di pertanaman adalah merupakan salah satu cara guna menekan perkembangan populasi tikus sawah.
  2. Untuk langkah mengendalikan hama tikus (hewan pengerat) dengan media racun tikus, terdapat dua macam jenis racun yaitu jenis racun yang akut (sangat beracun, dapat membasmi tikus dengan instan) dan jenis racun kronis (dapat membunuh tikus setelah memakan umpan berulang-ulang kali).
  3. Untuk langkah mengendalikan hama tikus menggunakan umpan tikus yang berjenis racun akut efektif dilakukan pada masa menjelang musim penghujan, pada saat itulah jumlah sumber makanan tidak tersedia dengan mudah di areal persawahan. Gunakanlah umpan yang mudah didapat di areal persawahan yang memang merupakan makanan pokoknya tetapi dalam beberapa kasus selai kacang adalah makanan favorit tikus.
  4. Untuk langkah mengendalikan hama tikus menggunakan umpan yang saat pertumbuhan vegetatif umpan diletakkan di pematang dengan jarak kurang lebih 50m jaraknya di setiap lokasi umpan.
  5. Untuk langkah mengendalikan hama tikus menggunakan umpan yang pada fase padi mebunting, umpan diletakkan pada petak sawah sejauh satu meter dari setiap pematang sawah
  6. Saat padi berbunga hingga tiba saat panen, tikus sedang masa kehamilan atau beranak, lakukan pengemposan dengan asap belerang atau karbit merupakan cara yang efektif. Pemasangan umpan pada tikus pada fase ini tidaklah lagi efektif, dikarenakan sumber makanan tikus sangat melimpah ruah. Namun cara tersebut dapat dikombinasikan dengan memberikan umpan berupa kepingan gula merah/jawa di sarang tikus akan mengundang datangnya koloni semut hitam/merah yang pada gilirannya akan menyerang anak-anak tikus dikarenakan ada bau manis bekas air susu tikus.
  7. Selain program pengendalian cara tersebut dapat pula dikombinasikan dengan melakukan penyemprotan pestisida organik Pess-O-Plus 20cc per 14 liter air/sprayer yang ditambahkan dengan 2-3cc minyak serimpi, semprotkan secara merata pada areal tanaman padi. Aroma yang menyengat keluar dari ramuan tersebut akan menjauhkan tanaman dari serangan hama tikus sawah.
Pengendalian Hama Wereng Coklat
  1. Lakukan tanam secara serempak dalam areal atau hamparan yang luas – yaitu dengan memanfaatkan kelompok tani atau gapoktan desa atau kecamatan atau beberapa kecamatan, selang waktu tanam dalam satu hamparan setidaknya tidak lebih dari 3 minggu tengang waktunya .
  2. Lakukanlah pergantian jenis varietas yang berbeda.
  3. Setiap varietas jangan lakukan penanaman melebihi dari 2 kali masa panen secara berturut-turut dalam setahunnya, lakukanlah rotasi giliran dengan tanaman palawija.
  4. Lakukanlah Pembuatan persemaian dan menyediakan bibit yang sehat.
  5. Hindarkanlah penggunaan pupuk N (Urea) secara berlebihan. Pupuk yang mengandung unsur Kalium (K) dapat mengurangi nilai keparahan akibat serangan hama padi wereng.
  6. Pada tanaman yang telah terserang, lakukan pengeringan pada petakan selama 3-4 hari. Kemudian setelah masa panen, tunggul jerami sisa panen kemudian dikomposkan dan dibajak dengan segera sebagai cara mengeliminasi semua benih-benih wereng yang mungkin masih tertinggal.
  7. Apabila dalam masa observasi ditemukan lebih dari 5 ekor hama wereng saat tanaman berumur kurang 40 hari, dan lebih dari 20 ekor wereng pada tanaman yang berumur lebih dari 40 hari. Tanaman disemprot dengan menggunakan insektisida organik PessO Plus 20-30cc per 14 liter air/sprayer dengan ditambah 2cc minyak kampak(dapat disubtitusikan dengan merek lain) serta 10-20 cc softener pakaian [bisa diganti dengan 1 sendok makan detergen jenis yang berbusa rendah non soda api contoh: detergen merk attack].
  8. Selain cara alternatif pada nomor 7 bisa juga menggunakan Biopestisida Ponomu untuk mengendalikan hama wereng dan walang sangit yaitu dengan cara:
Jillur Rahman

I'm Jillur Rahman. A full time web designer. I enjoy to make modern template. I love create blogger template and write about web design, blogger. Now I'm working with Themeforest. You can buy our templates from Themeforest.

No Comment to " Cara pengendalian hama tikus dan penyakit secara terpadu "